Sulap Limbah Kayu Jadi Replika Kapal Pinisi, Warga Binaan Lapas Wahai Tunjukkan Kreativitas Tinggi
- Administrator
- Kamis, 21 Mei 2026 22:28
- 7 Lihat
- DAERAH
Wahai,CM– Suasana bengkel kerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali dipenuhi aktivitas produktif para Warga Binaan. Dengan memanfaatkan limbah kayu bekas, mereka tengah mengerjakan replika kapal tradisional Pinisi yang bernilai seni tinggi, Kamis (21/5).
Kegiatan tersebut menjadi bukti konsistensi program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Wahai. Potongan kayu sisa yang sebelumnya tidak terpakai kini diolah menjadi kerajinan tangan berkelas melalui proses pengerjaan yang teliti dan penuh kesabaran.
Di dalam bengkel kerja, para Warga Binaan tampak saling berbagi tugas, mulai dari memotong kayu, menghaluskan permukaan, hingga membentuk pola lambung kapal agar menghasilkan detail yang presisi dan estetik.
Petugas pengawas kegiatan, Andhika Panayungan, mengatakan bahwa proses pembuatan replika kapal Pinisi membutuhkan fokus dan ketelatenan tinggi sejak tahap awal pengerjaan.
“Kami melihat antusiasme dan potensi besar dari para Warga Binaan. Dengan kreativitas dan ketelitian yang mereka miliki, kayu bekas yang awalnya dianggap limbah dapat diubah menjadi karya seni bernilai jual tinggi,” ujar Andhika.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi juga menjadi sarana pengembangan keterampilan yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian terus dioptimalkan guna membekali Warga Binaan dengan kemampuan kerja yang nyata dan produktif.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memberikan keterampilan yang dapat menjadi modal bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat,” jelas Merpaty.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi semangat dan produktivitas para Warga Binaan dalam menghasilkan karya seni bernilai tinggi meski berada di balik jeruji besi.
“Karya yang sedang dibuat ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya. Kami akan terus mendukung pembinaan keterampilan serta membantu mempromosikan hasil karya mereka agar dikenal lebih luas,” ungkap Tersih.
Replika kapal Pinisi tersebut ditargetkan selesai dalam beberapa pekan mendatang dan direncanakan akan dipamerkan dalam berbagai ajang pameran produk unggulan hasil karya narapidana.(CM/ML/**)